Kamis, 22 Juli 2010

Testimonial Ratu Cahaya (Part 1)

Kegemerlapan ternyata tak berhenti sampai situ! penegasan-penegasan tentang adanya ratu cahaya ternyata telah benar-benar menyedot eksistensi dari sebuah lorong malam. ternyata, saya dan mayang dan teman teman yang lain tidak ada apa-apanya. dan hal ini yang membuat kita berpadu, ingin mengalahkan buah dari kaum-kaum melarat moral yang sangat kaya harta.

namun dengan adanya testimonial penegasan hal tersebut, mereka yang terlibat dalam senyawa senyawa panas ini telah bercamput dengan anasir anasir setan. Di lehernya malam, mereka meninggalkan kesan jika malam itu jahat! malam itu biadab, dan wanita wanita yang diselimuti suasana malam adalah wanita-wanita jalang. wanita tanpa aura.

itulah yang disebut sebuah testimoni, sebuah catatan oleh sang Ratu Cahaya. dimana dalam dunianya, kita adalah elemen bebas, yang dicampuri anasir anasir adam-hawa (yang kamu sendiri akan tahu dimana ujungnya), dimana kaum-kaum ekspresionisme berhimpit dengan hawa dingin yang maha dahsyat..

dan Ratu Cahaya cukup mengatakan : " Selamat datang Kawanku, inilah pesta yang tiada akhirnya itu..."

matur nuwun sang guru; cerita gigi taring-pengalaman biasa aja

Kali ini saya mau berbagi pengalaman yang luar biasa. Saya akan bercerita tentang gigi taring manusia. Pengalaman ini saya dapatkan kira-kira beberapa jam yang lalu.

Pernahkah kawan semua mendengar rumah makan cibun? Cibun (citra bundo) adalah rumah makan masakan padang yang cukup terkenal dan mumpuni di bilangan semarang tengah. Rasanya mantep banget, istim, pertamax..dll, pokoke mak nyus. Dengan harga 12.500 per porsi kamu udah bisa nikmatin sepiring nasi padang lengkap dengan lauk yang cukup berkolesterol. Dengan bandrol harga segitu, mungkin tak salah rasanya bila kaum mahasiswa seperti saya hanya mampu menikmati masakan tersebut pada tiap awal bulan. Dan hari ini adalah awal bulan tersebut.


Namun saya tidak akan membahas masalah makanan ato masakan itu (bikin kolesterol naek en bikin kantong kempis.), saya cuman akan cerita bagaimana bahagianya punya gigi taring. (matur nuwun sang guru sudah maringi saya gigi taring.


Pas tadi lagi asik-asiknya makan nasi rendang komplit (pake sayur nangka, klu ga pake sayur nangka harganya sama), tiba-tiba saya seloloden (france :ze loelo then; makanan nyangkut di gigi). Kemudian tanpa ba bi bu langsung saja saya mainkan lidah saya yang seksi ini diantara gigi-gigi yang terindikasi seloloden itu. Teridentifikasi daging yang nyangkut diantara gigi seri dan gigi taring. Sembari mentertibkan barang yang nyangkut itu dengan gigi. Saya membayangkan seorang teman saya. Sebut saja oknum x. Pembalap bukan, montir bukan, pemilik bengkel apalagi, namun dia selalu mengendarai motor bak valentino rosi yang ketahuan nyolong nangka milik angling dharma terus ketahuan en diteriakin maling. Suatu ketika terjadilah sebuah kecelakaan yang menyebabkan dirinya harus merelakan dua gigi depannya (seri dan taringnya). Dan tahu apa? Dia sangat tidak menikmati makan makanan dengan bahan dasar daging.


Kemudian saya kembali membayangkan bila saya yang juga bukan pembalap, bukan juga montir atau pemilik bengkel, serta selalu rajin telat kuliah ini berada di posisi mr x. Saya mungkin tidak akan bisa merasakan lagi bagaimana rasanya seloloden terus di utek-utek pake lidah, terus waktu udah engga seloloden lagi, jadi enak rasanya.


Saya jadi merinding sendiri, tiba-tiba agak pucet, kembung, mual, eneg, kalo pada suatu hari nanti-semoga saja tidak akan pernah ada hari itu- sang guru sejati menggambil apa yang saya miliki itu. Ketika pada suatu hari itu sang guru menggambil gigi taring saya. Pada hari itu, dan seterusnya mungkin saya tidak akan dapat merasakan nikmatnya seloloden lagi, tidak akan bisa merasakan enaknya racikan bumbu pedas bersiramkan santan kental yang ada di cibun. Ato paling engga, saya mesti ndak pede klu suru foto narsis, ato bahkan karier model saya akan tamat, klu pas lagi mau foto harus nyengir kuda.. Duh sang guru...


Teringat seorang kawan (sebut saja bunga) yang pernah mengalami suatu hari yang akan dia ingat terus sepanjang hidupnya. Bunga bukan korban pemerkosaan, meskipun kita beri inisial bunga. Namun dia adalah korban kesombongan apa yang udah sang guru paringi. Hari itu hari jum'at 1 oktober 1965 (emangnya g 30 s)...


Pada suatu hari yang cerah, dimana jam nya bu ratna (guru biologi sma n 1 semarang, sma yang mottonya : prima dalam prestasi santun dalam perilaku) saya cabut dari kelas (karena emang itu jam terakhir, jadi mohon dimaklumi).. Kemudian saya dan beberapa kawan saya dari sekolah lain nongkrong. Termasuk si bunga. Nah waktu lagi ngobrol ngalor ngidul kocar-kacir, pada suatu titik obrolan (point of speak* ngaco) dia nyeletuk. "klu ada yng mau beli jentik kakiku, tak jual deh 20 juta"....ckckck....


4 bulan kemudian, si bunga kecelakaan. Waktu dia lagi naek motor, tau tau ato tiba-tiba (mak bedunduk) dia ditabrak seorang pemuda asal provinsi tianjin china (engga tau ding, yang jelas katanya orangnya tu matanya sipit). Di bilangan ngalian. Bunga masuk rumah sakit. Orang tuanya marah-marah, si orang cina itu (bukannya nuduh ya, tapi matanya emang sipit ko).. Mau dilaporin polisi. Orang cina itu (beneran deh, engga nuduh en engga maen rasial) ketakutan. Terus sebagai tanda minta maaf, orang cina itu kasi ke bunga angpao sebesar sekitar 20juta lebih dikit...en kawan-kawan mungkin uda bisa ngira-ngira apa yang sang guru ambil dari bunga......


Bunga sekarang kuliah di salah satu universitas negeri bonafit di jogja...universitas yang huruf depannya u huguf belakangnya m tengahnya g...


Wow..


Balik ke masalah gigi taring lagi...

Dan gigi taring yang saya punya-setahu saya- selalu membantu saya menyobek-nyobek makanan yang keras. Daging, dsb... Kadang-kadang fungsinya juga bisa beralih menjadi gunting kuku, serta penyobek plastik bungkus makanan. Gigi taring saya engga minta macem-macem, engga pernah disikat aja masi tetep setia nempel di gusi. Engga rewel, engga minta ini itu. Bahkan 24 jam selalu siap ketika dibutuhkan. Engga suka nggambek, engga kaya mantan pacar saya yang sukanya ngambek (ehm, sedikit curhat gapapa ya)...

Ya, itu adalah pengalaman biasa saja hari ini..engga wow atau gmana ya? Engga memilukan ato mencengangkan ato membuat jantung berdetak dag-dig dug dhuwer....


Wel....tapi

The point is : terkadang kita engga pernah ngerasa klo barang yang setiap hari ada, setiap hari selalu kita gunakan, kita pake....sesuatu yang diparingi sang guru, kita tidak pernah mensyukurinya. Kita selalu sombong. Selalu berfikir segala hal yang ada itu biasa aja. Selalu berfikir kalo-misalnya keterima spmb di kedokteran undip (wehehe...sopo hayo piss ya) itu merupakan anugerah, tapi pernah merasakan sekolah di SD mana gt..merupakan hal yang biasa saja..juara 1 di kelas merupakan anugerah, sedangkan naek busway dari harmony ke blok m itu merupakan hal yang lumrah. Kita selalu bersyukur atas hal-hal yang kita tidak punyai namun kesampaian. Namun lupa akan apa yang telah sang guru paringi. Kita selalu sombong dan lupa. Adalah padanya segala kesmpurnaan hidup berasal

Menurut survei, update status “wow hari ini aku fotoan ama nino ran lho..” lebih banyak mendapatkan comment dan like this, ketimbang update status ” wow hari ini aku masih bisa pipis lo....” meski hanya berbeda selisih detik saja...


Sekarang saya akan ajak kawan kawan sedikit bersyukur. Coba kawan rasakan gigi taring kawan dengan lidah kawan-kawan masing-masing. Jangan pake lidah temennya ato orang lain. Rasakan gigi itu pelan-pelan aja. Mainkan lidah dari atas ke bawah gigi, rasakan betapa runcingnya dan tajamnya gigi kawan-kawan itu. Pelan-pelan aja ga usah buru-buru. Sambil itu pelan-pelan coba kawan rasakan apa yang kawan rasakan. Ingat-ingat apa yang pernah kawan nikmati dengan gigi itu. Rasakan pelan-pelan, ga usah buru-buru..kemudian secara perlahan teransformasikan rasa-rasa itu ke dalam pikirn kawan semua. Nikmati itu semua. Dan rasakan bahwa hal itu nyata. Apabila kawan merasakan rasa makanan yang ditransformasikan ke otak melalui perantara lidah itu secara nyata, maka kawan mungkin lebih membutuhkan sikat gigi ketimbang membaca notes yang ngga jelas ini.....:D


Ngga papa lho kalo mo nge-tag notes ini ke kawan-kawan lain. Itung-itung kita saling mengingatkan.


Oiya, terakhi dari saya...
Semoga ketentraman, kemuliaan selalu bersemayam di anda semua, para siswa sang guru sejati yang berbahagia.
Satuhu...





Semarang, 9 Mei 2010